Rabu, 04 April 2012

Rasa Terbakar di Ulu Hati

Heartburn atau nyeri terbakar pada ulu hati merupakan gejala umum penyakitgastroesophageal reflux (GERD). Tetapi beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau ulu hati yang ternyata setelah diperiksa merupakan penyakit serius.
Memerlukan waktu yang banyak untuk dokter mengidentifikasi apakah gejala rasa terbakar di dada atau di ulu hati merupakan gejala dari GERD. Berikut merupakan 9 kondisi lain yang dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau ulu hati seperti dikutip dari Health, Selasa (18/10/2011):

1. Penyakit jantung
Angina, atau nyeri dada yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung dapat menyebabkan rasa seperti terbakar di dada atau ulu hati. “Namun ciri khas rasa terbakar di dada oleh karena penyakit jantung biasanya terjadi saat atau setelah melakukan aktivitas berat atau sedang,” kata Ryan Madanick, MD, seorang asisten profesor University of North Carolina School of Medicine.
Jika berusia 50 tahun atau lebih dan merasakan nyeri terbakar di dada terutama jika belum pernah mengalami nyeri seperti itu, dapat menimbulkan kecurigaan yang mengarah pada angina. Kecurigaan juga dapat muncul pada usia yang lebih muda, tetapi memiliki faktor risiko jantung seperti hipertensi, diabetes, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
2. Batu empedu
Meskipun batu empedu tidak selalu menyebabkan gejala, namun batu tersebut dapat menghalangi saluran empedu, sehingga dapat melukai, biasanya di sisi tengah atau kanan atas perut. Gejala nyeri dapat kram, kusam atau tajam dan sering menyerang beberapa menit setelah makan.
“Jika mengalami sakit perut setelah makan dan tidak membaik setelah mengonsumsi obat yang dijual bebas untuk menekan asam, maka dapat dicurigai sebagai batu empedu,” kata Joel Richter, MD, ketua departemen kedokteran di University School of Medicine, Philadelphia.
3. Luka (ulkus) pada perut
“Ulkus dapat menyebabkan sensasi terbakar, biasanya dirasakan di perut bagian atas. Rasa sakit tersebut dapat menemukan jalan sampai ke dada,” kata Dr Madanick.
Mengonsumsi obat untuk menekan asam lambung dapat mengurangi rasa sakit maag. Tetapi ulkus biasanya disebabkan oleh Helicobacter pylori, sejenis bakteri yang dapat membakar lapisan perut. Sehingga akan perlu minum antibiotik untuk membersihkan infeksi.
Beberapa obat anti inflamasi (seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen), dan obat-obatan osteoporosis yang disebut bifosfonat, juga dapat menyebabkan radang perut.
4. Hiatus hernia
Hiatus hernia terjadi ketika sebagian dari perut bagian atas melalui diafragma masuk ke dalam rongga dada. Hal tersebut dapat menyebabkan makanan dan asam lambung terdorong naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi seperti terbakar di dada.
Tanda-tanda hiatus hernia termasuk nyeri dada, bersendawa dan mual. Jika mengalami rasa terbakar di dada karena hiatus hernia, dokter biasanya akan meresepkan obat untuk menekan asam lambung.
Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti makan makanan kecil, menghindari alkohol dan tidak makan tepat sebelum tidur. Dalam kasus yang jarang, prosedur operasi dapat merupakan alternatif perawatan.
5. Terserang esophagus
Kanker esophagus jarang terjadi, namun insiden meningkat cepat di Amerika Serikat. Jika merasakan sensasi terbakar di dada, mungkin merupakan tanda dari kanker esofagus.
Dokter dapat memutuskan untuk melakukan pemeriksaan endoskopi bagian atas untuk memeriksa kerongkongan jika pasien mengalami sensasi terbakar di dada, terutama jika merokok atau mengonsumsi alkohol. Merokok dan mengonsumsi alkohol merupakan faktor risiko untuk kanker esophagus.
Endoskopi merupakan tes yang melibatkan tabung dengan cahaya dan kamera yang melewati salah satu ujung tenggorokan dan kerongkongan. Selama tes, dokter dapat mencari area-area abnormal serta mengumpulkan sampel jaringan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk kanker.
6. Gastroparesis
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf yang dapat mempengaruhi kerja saluran pencernaan. Hal ini disebut gastroparesis, yang secara dramatis dapat memperlambat gerakan makanan melalui lambung dan dapat menyebabkan nyeri terbakar.
Pengobatan dapat meliputi perubahan pola makan seperti makan makanan kecil, serat, menghindari lemak, menghindari obat-obatan. Untuk orang dengan gejala yang sangat parah, dapat dengan memasukkan tabung pengisi atau perangkat implan yang memancarkan denyut elektrik yang meniru kontraksi perut.
7. Esofagitis
Esofagitis atau radang kerongkongan, dapat merupakan hasil dari refluks asam yang terlalu sering. Kondisi tersebut pada gilirannya dapat menyebabkan sensasi terbakar pada dada, serta kesulitan menelan.
Kerongkongan juga dapat meradang oleh karena mengonsumsi obat penghilang rasa sakit tertentu dan obat osteoporosis. Terutama jika pil yang ditelan tanpa air, sehingga memungkinkan pil tersebut untuk tetap berada di kerongkongan.
Jenis ketiga dari esophagitis, disebut esofagitis eosinofilik, terjadi ketika sel darah putih yang dikenal sebagai eosinofil menyerang kerongkongan. Kondisi tersebut sering oleh karena alergi terkait.
Sehingga pengobatan membutuhkan mengidentifikasi dan menghindari makanan yang dapat merupakan alergen. Dokter juga mungkin meresepkan obat-obat steroid untuk meringankan peradangan.
8. Pleuritis atau costochondritis
Peradangan dari lapisan paru-paru dan rongga dada, dikenal sebagai pleuritis atau radang selaput dada. Pleuritis dapat menyebabkan mulas seperti nyeri dada. “Dugaan pleuritis semakin kuat jika rasa sakit atau terbakar makin besar ketika mengambil napas dalam-dalam,” kata Dr Madanick.
Pleuritis paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan akan sembuh ketika infeksi tersebut juga sembuh. Costochondritis merupakan peradangan tulang rawan yang menyangga rusuk ke dada.
Costochondritis dapat menyebabkan nyeri yang tajam di sepanjang dada atau sternum. Hal tersebut dapat berhubungan dengan cedera atau infeksi, dan biasanya diobati dengan obat anti inflamasi.
9. Kecemasan
Meskipun kecemasan tidak akan menyebabkan GERD, namun dapat menyebabkan mulas dan membuat gejala GERD menjadi lebih buruk. Mengurangi kecemasan dan stres, misalnya dengan olahraga, relaksasi, dan terapi, juga dapat meringankan sakit maag. D
Dr Madanick mengatakan bahwa, seperti dengan kondisi lain yang menyerupai GERD, banyak pasien yang rasa terbakar di dadanya tidak mereda dengan menggunakan obat bebas. Karena obat bebas cenderung meredakan nyeri yang sederhana,” kata Dr Madanick.
(Sumber : DetikHealth)

0 komentar:

Poskan Komentar

Masukkan Komentar anda disini